Syukur kepada Tuhan, karena atas perkenanan-Nya, Jurnal Rahmani edisi uji coba (trial) dapat hadir di tengah-tengah kita. Kehadiran jurnal ini bukan sekadar menambah khazanah literatur di lingkungan Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI), melainkan sebuah ikhtiar intelektual dan spiritual dari Majelis Pusat Sinode (MPS) untuk mendokumentasikan dinamika iman, pemikiran, serta gerak pelayanan kita bersama.
Edisi perdana ini mengusung semangat besar: “Gereja yang Mengasihi.” Frasa ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen eksistensial bagi GKRI yang berakar kuat pada Misi gereja kita. Di tengah dunia yang kian terfragmentasi dan penuh ketidakpastian (VUCA), gereja dipanggil menjadi oase yang menawarkan kohesi dan pemulihan bagi sesama.
Landasan teologis kita berpijak pada pesan yang kuat: “Mengasihi merupakan Gaya Hidup yang Menghadirkan Shalom,” yang terinspirasi dari napas pemurnian dalam 1Korintus 5:7. Rasul Paulus mengingatkan kita untuk “membuang ragi yang lama” agar kita menjadi “adonan yang baru.” Dalam konteks hidup bergereja, ragi lama berupa perpecahan, ketidakpedulian, dan egosentrisme harus ditanggalkan sepenuhnya, digantikan dengan kemurnian kasih yang sejati.
Mengapa kasih harus menjadi gaya hidup? Karena kasih yang dipraktikkan secara konsisten akan melahirkan Shalom—sebuah kondisi sejahtera yang utuh, di mana hubungan manusia dengan Allah, sesama, dan alam semesta mengalami harmonisasi. Ketika GKRI memilih untuk bersatu dalam kasih, kita sedang membangun fondasi yang kokoh agar damai sejahtera Allah terpancar melalui setiap kebijakan sinodal hingga persekutuan di jemaat lokal.
Jurnal Rahmani hadir sebagai wadah bagi para pelayan Tuhan, akademisi, dan warga jemaat untuk saling berbagi perspektif. Melalui tulisan-tulisan di edisi ini, kita diajak menggali lebih dalam bagaimana kasih bertransformasi dari sekadar kata sifat menjadi kata kerja yang nyata dalam kepemimpinan, penggembalaan, dan pengabdian masyarakat.
Kami menyadari bahwa edisi uji coba ini masih memerlukan banyak penyempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi keberlanjutan jurnal ini sebagai instrumen literasi gerejawi yang mencerahkan.
Selamat membaca. Kiranya semangat “Gereja yang Mengasihi” senantiasa membimbing kita untuk terus menghadirkan damai sejahtera bagi kemuliaan nama Tuhan.
Teriring salam dan doa,
Majelis Pusat Sinode (MPS) GKRI